Ahmad Rifai Masykur Weblog

assalaamualaikum…..

senyum dikit doong..

Ternyata lagu anak-anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan
kerancuan, dan menurunkan motivasi. Berikut buktinya:
1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan
biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb.,
kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok..
prok… aku seorang kapiten!” Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang
pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) .
Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya
seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo
berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang
pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan
ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi
pedang panjangnya!
3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku
tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi
langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa
terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan
tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat
saja.. banyak pohon cemara.. 2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan
konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan
mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg
tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke
kiri ke kanan aja, gak maju2!
5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya
.. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak
berhenti lama” Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah
dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-
Bandung dan Jakarta-Surabaya!
6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari
dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” Ini
juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya.
Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li
li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!
7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu
adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom
boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg “mengancam”
9. “Bintang kecil dilangit yg biru…”
Bintang khan adanya malem,lah kalo malem bukannya langit item?
10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Namanya Kartini atau Harum?
11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di
muka.”
Nah,gak sopan khan..
12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam emang mo bikin sumur.
sumber:ketawa.combalon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s